INFP Pecinta Barang Vintage

Halo! Perkenalkan aku seorang web designer INFP (aka anak rumahan) yang bekerja sambil berbisnis, aku sudah memiliki brand sendiri selama 6 tahun. Meski home tour pertamaku sudah 3 tahun berlalu, aku masih tetap dapat banyak komen dan respon. Karena itu, aku terinspirasi untuk melakukan home tour yang ke-2. Oh ya! Sebelumnya aku dulu tinggal di studio yang kecil dan sempit sekitar 213 sqm, dan akhirnya sekarang sudah pindah ke apartemen dengan luas 1.129 sqm!

Dekorasi apartemen yang usianya lebih dari 30 tahun dengan budget terbatas sangat challenging bagiku tapi juga menyenangkan. Aku memutuskan tinggal di tempat ini karena lebih menarik untukku daripada tempat lainnya yang aku lihat. Sekarang, mari aku perkenalkan apartemen yang sudah aku custom tepat untuk aku.

 

⚡️3 Detik Preview!

Denah Apartment

 

Apartemen ini memiliki 3 kamar, 2 kamar mandi, dan ruang tamu yang terhubung dengan dapur secara open space. Tempat ini terasa lega untuk dihuni 1 orang, tapi aku akan membagi setiap ruangan berdasarkan fungsi yang berbeda-beda – ruang kerja, dressing room, dan kamar tidur utama.

 

Before: Ruang tamu

 

Tentu memilih apartemen berusia di atas 30 tahun tidaklah mudah bagiku. Pertama kali aku lewat tempat ini aku pun tidak terkesan. Tetapi, aku memiliki tekad yang kuat untuk merenovasi tempat ini dengan budget terbatas karena aku menginginkan rumah yang luas.

Untungnya, lantai apartemen ini berwarna terang. Trim kayu tua pada ruangan membuat kesan sempit pada ruangan. Aku memasang tirai di balkon terlebih dahulu, baru memasang wallpaper dan cat.

 

After: Ruang Tamu

 

Tidak seperti rumah pada umumnya, aku tidak meletakkan TV di ruang tamu. Sebagai gantinya, aku mengubah area ini menjadi ruang serba guna – ruang kerja, ruang makan untuk kumpul di rumah kadang-kadang, atau studio untuk beberapa pemotretan – aku berharap dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk berkegiatan produktif di sini.

 

Aku juga cenderung menata ulang furnitur di ruang tamu. Saat cuaca semakin hangat, aku memindahkan tempat tidur keluar dan saat musim dingin aku kembali jadikan ruang tamu ruang berkegiatan lagi.

Sangat menyenangkan memiliki ruang kerja dan belajar sambil minum kopi tanpa meninggalkan rumah.

Rak kayu di sebelah kanan dibuat custom oleh toko kayu di dekat rumah. Aku memilih jenis kayu termurah dan aku mewarnai permukaan kayu sendiri.

Kursi berlengan ini aku beli dengan harga murah di pasar barang bekas. Beli dalam kondisi baik, nyaman dan cukup lebar untuk bersantai, jadi aku suka menghabiskan quality time di sini.

Before: Kamar Tidur

 

Bagian paling penting yang aku ingin untuk diulang adalah wallpaper dan lantai. Aku pertama kali melapisinya sendiri dan meletakkan karpet di lantai. Aku menggunakan wallpaper yang mudah ditempel sebelumnya sehingga tidak terlalu sulit untuk menempelnya, tetapi membersihkan sisa wallpaper lama sangat melelahkan. Tepat setelah memulai, aku dipenuhi dengan penyesalan yang datangnya agak terlambat. Wallpaper berusia 30 tahun itu seperti lapisan bawang yang tak berujung. Aku juga ingat aku harus  lebih memperhatikan selama seluruh proses karena saat itu adalah musim hujan.

After: Kamar Tidur

 

Ruang yang awalnya hijau kekuningan yang canggung berubah menjadi kamar tidur yang nyaman. Aku tidak berani melangkah ke dalam sebelumnya, sekarang ruangan ini memijarkan kehangatan dan kenyamanan.

Before: Kamar Mungil

 

Sebelumnya sepertinya ini kamar anak yang mungil. Tapi setelah dipikir, kamar ini ukurannya besar juga. Wallpaper yang robek aku ganti dengan cat, dan lantai yang redup aku ganti dengan karpet.

 

After: Kamar Mungil

Untuk karpetnya, agar sesuai dengan ukuran ruangan, aku mengecat karpet dengan warna CH-114 (lightwood). Warna karpet yang tadinya agak gelap, warnanya melembut dan menjadi terang. Interior ruangan menjadi lebih modern dan sederhana, dan aku bisa merasakan kenyamanan dua kali lipat.

Dapur

Ini sekilas tentang dapurku. Meskipun ini adalah apartemen kuno, tapi memiliki cabinet warna krem ​​dan tiles putih pada dinding. Ini memang bukan dapur putih bersih, tapi interior aslinya sudah terlihat menarik dan stylish karena memiliki kesan vintage tersendiri.

 

Di sini dimana ruang tamu bertemu dengan dapur, aku biasanya makan di sini.

 

Ruang Wardrobe

Karena tidak ada lemari pakaian, aku memasang gantungan baju dan mengaturnya di satu dinding.

Buffet di sebelah kanan sudah berada di rumah ini ketika aku pertama kali pindah. Aku pikir estetika antiknya layak untuk dipertahankan, dan lihat betapa cantiknya itu sebagai aksen dekoratif! Semua perabotan di rumah memiliki begitu banyak cerita dan kenangan di dalamnya, selalu menarik untuk disimak.

 

Aku suka [koleksi barang dekor].

Sudah enam tahun sejak aku mulai menjual barang-barang dekorasi rumah. Awalnya, aku mengumpulkan barang hanya untuk bersenang-senang, tetapi sekarang telah menjadi pekerjaan utama aku. Sebagai seorang kolektor, sulit untuk mengikuti hidup sebagai seorang minimalis, tempatku kini dipenuhi dengan sejumlah barang setiap saat.

 

Barang-barang ini juga memiliki ceritanya sendiri. Beberapa di antaranya berasal dari pasar barang bekas  di Paris, dan juga ada yang dari pajangan sale.

 

 

Aku suka [kumpul-kumpul di rumah].

 

Sejak merebaknya pandemi, aku senang kedatangan tamu sambil bertukar cerita sambil makan dan minum. Aku merasa tidak terlalu melelahkan untuk tinggal di rumah daripada pergi keluar, jadi aku pikir mengadakan kumpul-kumpul di rumah akan berlanjut dengan baik bahkan setelah semuanya kembali normal.

 

Epilog

 

Ini adalah bagian terakhir tur rumah kedua aku. Terima kasih semua!!


Tinggalkan Balasan

Contact Us