Setiap Hari Seperti Liburan

Hai semua! Kami adalah pasangan rumahan yang memiliki toko buku indie. Kami baru-baru ini memutuskan untuk pindah ke rumah dengan pekarangan karena sebelumnya kami tinggal di apartemen, dan kami selalu merasa anjing kami tidak nyaman. Beberapa orang khawatir bahwa kita mengambil keputusan terlalu cepat untuk pindah ke rumah di pinggiran kota. Tetapi kami membuat keputusan ini untuk membuat anabul kami bahagia dan sehat (Untuk kami juga sih!).

Kami menetap di townhouse berusia 12 tahun. Berkat pendiri asli rumah ini yang telah menghabiskan banyak uang untuk membangun rumah ini, rumah ini memiliki struktur yang cukup bagus dan material yang kuat. Hanya pada berbagai bagian terdapat kondisi yang rusak. Meski, luas lantai yang besar dan langit-langit yang tinggi, kami menghabiskan banyak uang untuk proyek renovasi sebagian.

Seperti villa untuk liburan

Aku dan suamiku suka tinggal di rumah tapi kami berdua juga senang bepergian. Jadi kami sampai pada kesimpulan bahwa kami menginginkan rumah yang memberikan kesan liburan dan tempat tinggal. Karena hal itu, kami melakukan yang terbaik untuk memasukkan elemen kecintaan kami pada jalan-jalan ke setiap sudut rumah kami.

Denah (Lantai 1)

Ruang Tamu

 

Salah satu alasan kami memilih rumah ini adalah langit-langit yang menjulang tinggi dan jendela kaca yang besar. Jendela setinggi 10 kaki yang membentang ke luar ruangan ini memberikan tampilan yang luas dan terbuka serta membanjiri rumah dengan cahaya alami sepanjang hari. Meskipun menjadi terlalu panas atau dingin di bulan-bulan tertentu di musim panas atau musim dingin, kami memilih pemandangan keluar melalui jendela ini yang memperlihatkan halaman dengan pepohonan pada sekitar. Untuk memaksimalkan pemandangan luas, kami meminimalkan penggunaan furnitur dan menghindari penggunaan furnitur tinggi.

 

Pada waktu yang sangat dingin ini, kami menggunakan tungku perapian ini untuk menghangatkan kami di musim dingin. Tapi tetap terasa jauh lebih dingin tinggal di sini dibandingkan tinggal di apartemen, tetapi kami menikmati gerakan api pada tungku (dan tentu saja, kucing kami tampaknya juga menikmatinya!).

Mendekorasi pohon Natal selalu menjadi salah satu kesenangan terbesar di musim liburan bagi kami, dan kami menemukan servis untuk penyewaan pohon natal. Menyewa pohon! Maksudku, kita bisa mendekorasi rumah kita dengan gaya pohon yang berbeda setiap tahun! Prosesnya juga sangat mudah untuk mengirimkan, memasang, dan pengembaliannya!

Ngomong-ngomong, kabinet di dekat pohon membutuhkan waktu dua bulan untuk akhirnya dikirim.

Di sini, saya menghabiskan sebagian besar hari di hari yang cerah dengan melakukan yoga, mendengarkan musik, bermain dengan HP, atau hanya berbaring di sofa. Juga menyenangkan untuk melihat bagaimana rumah kami berkembang dengan item baru yang mencerminkan selera kami.

Dapur 

Ditempatkan tepat di samping ruang tamu, kami mengganti sekat hitam asli dengan sekat lipat kayu solid agar sesuai dengan ritme yang berulang pada furnitur di seluruh rumah ini. Sungguh luar biasa membuka atau menutup pembatas untuk menciptakan pemisah.

Satu-satunya bagian yang kami ulangi di sini adalah tempat kami meletakan lemari es dan dimana island kami dipasang untuk menciptakan lebih banyak ruang penyimpanan untuk semua piring dan peralatan dapur. Oh, dan pantry yang kami dapatkan dengan harga murah ternyata tidak buruk, tetapi bagian bawah rak bumbu sering tidak stabil, dan menyebabkan bumbu jatuh.

Aku membeli perangkat makan rustic ini dengan nuansa buatan tangan atau tekstur organik. Mereka cukup berat tetapi kokoh untuk penggunaan sehari-hari dan aku menggunakan mesin pencuci piring.

Denah (Lantai 2)

Kamar Tidur

Kamar tidur utama berada di lantai dua, berbeda dengan kamar lainnya, lantai dan dinding di belakang headboard difinishing dengan warna abu-abu. Sebelumnya ada lemari berdiri di dekat dinding, tapi kami merobohkannya dan meninggalkan tempat tidur saja. Untuk menanamkan suasana hotel, kami menggunakan pencahayaan tidak langsung di seluruh ruangan dan meminimalisasi barang-barang dan perabotan.

Mendekati musim dingin, kami menyegarkan set tempat tidur kami ke tone yang lebih gelap, menyatukan tampilan keseluruhan ruangan ini dengan palet abu-abu di dinding dan lantai. Bahan linen yang dicuci memberikan rasa segar yang aku suka. Meski tetap terasa dingin untuk musim dingin, tapi tetap memberikan kenyamanan.

Kamar Mandi

 

Aku terutama menaruh banyak perhatian untuk membangun kamar mandi utama ini karena ke mana pun saya pergi, kamar mandi meninggalkan kesan yang paling kuat dari suatu tempat tertentu. Beberapa hotel atau b&b terbaik yang pernah aku kunjungi, memiliki satu kesamaan: kamar mandi yang besar dan nyaman. Kamar mandi nuansa beige dari perjalanan aku ke Bali dan Munich memberi inspirasi desain kamar mandi ini.

 

Kami menurunkan lemari yang berdiri di sini sebelumnya dan memasang rak untuk bathrobe atau piyama. Terinspirasi dari kamar mandi resor kabin di Gapyeong, kamar ini juga memiliki laci untuk menyimpan handuk dan perlengkapan mandi. Kadang-kadang aku pun duduk di sini dan mengganggu suamiku saat dia mandi.

 

Di seberang, terdapat dua wastafel yang berdampingan. Bagian bawah dan atasnya berisi produk perawatan. Terdapat juga lampu LED built in untuk mempercantik. Ternyata, sulit juga menemukan barang dekor seperti tempat sabun yang cocok dengan interior warna beige dan tekstur batu.

 

Aku selalu menginginkan bak mandi yang menghadap ke luar, sekarang aku dapat sepenuhnya menikmati pemandangan sambil berendam di bak mandi batu ini. Meskipun proses pembangunannya membuat frustrasi dan melelahkan, ini adalah tempat favoritku di rumah ini, cara paling santai untuk menjernihkan pikiran dan juga tubuh. Setelah aku pikir lagi, aku pikir penting untuk melakukan apa yang terasa pas untuk Anda, apa pun yang diperlukan, ketika harus merenovasi rumah Anda.

Aksesori kamar mandi juga selaras dengan tone keseluruhan!

Melewati ruang rias, kamar mandi di sebelah kiri, toilet di sebelah kanan. Kecuali untuk mandi, seluruh area diperuntukan untuk kamar mandi kering, agar mudah untuk dibersihkan. Pintu yang memisahkan toilet melengkapi kenyamanan di sekitar sini.

Denah (3 Lantai)

Home Theatre

Suamiku dan aku juga suka menonton film, jadi di sinilah kami meringkuk di hari libur kami. Layar yang menutupi seluruh dinding dan beberapa speaker menciptakan pengalaman sinematik yang sebanding!

Kami sering makan dan minum di sini sambil menikmati film.

Kami sering bersenang-senang dan bermain di ruangan ini layaknya anak-anak.

Mesin arcade dan kursi pijat di sisi lain memungkinkan kami untuk mengisi ulang energi kami sepenuhnya.

Ruang Piano

Jangan salah paham. Aku bukan seorang profesional, tetapi piano selalu menjadi teman aku sejak kecil. Bahkan sampai hari ini, setiap kali aku memiliki banyak pikiran, aku menggunakan piano ini dan menenangkan diri. Terletak di ujung ruang tamu, ruang ini juga untuk membaca buku.

Di satu sisi dinding, ada jendela horizontal yang luar biasa panjangnya, tempat Anda bisa meletakkan buku dan benda, sehingga Anda bisa menghilangkan rasa pengap. Di sebelahnya juga ada kursi santai tempat kamu bisa membaca atau sekedar duduk santai dan bersenang-senang!

Rumah Kaca

Ini adalah tempat persembunyian kecil aku untuk menikmati waktu berkualitas. Di sudut taman kami, kami meletakkan batu dan kerikil untuk membangun rumah kaca seluas 107 sqm ini untuk proyek berkebun kecil kami.

Berkat semua jeni tanaman yang berbeda termasuk kemangi, limau, pohon salam, tomat, stroberi, dan sebagainya yang telah kami tanam, kami makan lebih banyak sayuran daripada biasanya. Tentu, selama musim dingin, kita perlu melakukan banyak upaya untuk menghangatkannya, tetapi memasak makanan kita dengan tanaman yang dihasilkan dari rumah kaca sangat menyenangkan dan bermanfaat. Faktanya, itulah bagian terbaik dari tinggal di rumah dengan taman!

Rasa saladnya enak sekali dengan sayuran yang baru dipanen! 🙌🏻

Taman

Tidak ada tempat yang lebih baik daripada menghabiskan taman di hari yang cerah dan hangat. Mendapatkan udara segar, menikmati sinar matahari adalah tempat peristirahatan keluarga yang sempurna. Lalu kami dapat menikmati makanan kami, apalagi barbeque, melihat langit yang cerah sungguh menyenangkan.

Ternyata sangat menenyangkan menghabiskan waktu berjam-jam bekerja di kebun, menyirami pohon, menanam bunga. Sebenarnya, anjing kami yang paling menyukai tempat ini. Menyaksikannya dengan gembira bermain-main di halaman juga membuat kami senang!

Di malam hari, membakar kayu bakar sambil mendengarkan musik sambil berkemah.

Bagaimana? Apakah Anda menyukai rumah kami yang terinspirasi perjalanan kami? Aku akan segera kembali dengan rumah dekorasi musim semi yang kami penuhi dengan kenangan baru!

Sampai jumpa di kesempatan berikutnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Contact Us