Membawa Suasana Liburan ke Dalam Apartemen 27 Meter Persegi

000007150032.jpg

Hai semuanya! Perkenalkan, aku penghuni akun Instagram @kyuka.living yang sehari-hari juga bekerja di rumah sebagai pekerja kreatif. Sejak aku mulai memasuki dunia kerja, aku memiliki mimpi untuk memiliki tempat tinggal yang nyaman, dan homey. Karena hampir 10 jam dalam sehari aku menghabiskan waktu bekerja di depan komputer.

Rumah yang akan aku perkenalkan hari ini adalah tempat tinggal yang udah aku huni selama 6 bulan terakhir. Tempat tinggal yang dipenuhi dengan barang-barang yang aku cinta dan aku bangun dari 0 bersama Studio Marka 🙆‍♀️

Akhirnya lahirlah apartemen studio yang aku beri nama Kyūka Living, yang dalam bahasa Jepang arti kata Kyūka adalah berlibur. Jadi harapanku di apartemen ini, aku bisa merasakan tinggal di rumah yang selalu punya suasana berlibur 😊

Denah Rumah

Screen Shot 2022-06-15 at 21.02.00.png

Pertama-tama aku ingin memperkenalkan keseluruhan atmosfer ruangan. Untuk sekarang, aku pribadi sangat menyukai rumah dengan sentuhan warm tone. Dalam hal arsitektural, aku suka perabotan yang simple dan mutifungsi.

Di ruangan studio sederhana berukuran 27 meter persegi, dengan 2 jendela dan satu pintu kaca ini, semua aktivitasku selama 24/7 dilakukan. Konsep yang diusung saat berkonsultasi dengan Studio Marka adalah japandi dengan sentuhan mid-century modern di beberapa perabotnya. Karena ukuran studio yang nggak terlalu besar, akhirnya diputuskan warna dominan dari perabot Kyūka adalah putih dan motif kayu cerah sebagai aksennya.

Area Pintu Masuk

DSCF2387.JPG

Saat memasuki Kyūka, hal pertama yang akan kalian temui adalah mini foyer sederhana. Di sini biasanya aku menyimpan sepatu-sepatu yang paling sering digunakan dan cek penampilanku sebelum keluar dari rumah. Dari pintu utama, kalian bisa langsung melihat kamar mandi yang berada tepat di samping pintu. Karena sebenarnya aku lebih suka meninggalkan pintu kamar mandi terbuka, supaya terlihat lebih rapi jadi aku putuskan untuk memasang noren (tirai Jepang).

Living Area / Entertainment

DSCF2519.jpg

Saat weekend, area inilah yang paling sering aku gunakan untuk nonton drama Korea ataupun film. Di samping sofa, terdapat meja yang juga berfungsi sebagai rak display dan storage. Nah, untuk menciptakan home theater pribadi, aku menggunakan proyektor Ezzrale sebagai pengganti TV. Proyektor ini aku letakkan di rak atas sofa, bersama dengan pernak pernik lainnya.

DSCF2469.JPG
DSCF2495.jpg
DSCF2481.JPG

Beginilah pemandangan dari samping sofa. Kalian akan melihat beberapa koleksi pernak pernik, foto, buku, serta album penyanyi favoritku yang aku pajang sesuai dengan suasana hati.

 

DSCF2425.JPG
FullSizeRender%2021.JPG

Saat kalian duduk di sofa, kalian akan melihat lemari pakaian yang cukup besar. Karena aku punya wardrobe yang banyak, aku memilih untuk membuat lemari pakaian yang tertutup. Jadi untuk lemari pakaian, material kaca yang dipilih adalah glass stone yang dilapisi sticker sandblast. Glass stone ini punya warna putih susu yang pekat, jadi dari luar nggak akan terlihat.

Bagian favorit dari area entertainment ini adalah layar proyektor motorized ukuran 50 inch, yang digantung di atas lemari baju. Jadi kalau ingin digunakan, aku cuma perlu menekan tombol remote untuk menurunkan layarnya.

 

DSCF2384.JPG
DSCF2411.JPG

Di sebelah lemari, kalian akan menemukan music area. Area ini paling sering digunakan untuk menemani aku bekerja. Ada turntable dan speaker Marshall serta records storage yang terletak di bawah rak. Karena sudut ini cukup gelap saat malam, aku putuskan untuk meletakkan lampu jamur Tokabo dari IKEA.

Di atas rak, aku menggantung one-of-a-kind artwork yang diberikan sebagai hadiah saat aku masih magang di sebuah graphic house di Surabaya. Begitu artwork unik ini digantung, atmosfer sudut ruangan ini langsung berubah menjadi lebih modern dan unik.

Dapur

DSCF2385.JPG

Untuk area dapur, aku mengiginkan dapur yang nggak sumpek dengan rak yang menutupi setengah area dapur.

Setelah berkonsultasi, jadilah seperti ini. Tada! Dapur mini yang sangat cukup untukku yang tinggal sendiri. Backsplash yang digunakan adalah keramik dari Venus dengan finishing satin dan grout berwarna putih. Untuk kitchen set, masih didominasi dengan warna putih dengan sentuhan kayu di bagian raknya.

DSCF2361.JPG
DSCF2377.JPG
DSCF2374.JPG

Untuk rak bagian atas dapur, aku memilih mengggunakan lemari kaca geser. Kaca yang digunakan adalah kaca Moru, kaca dengan motif garis vertikal yang menurutku cocok untuk Kyūka yang memiliki konsep Japandi.

DSCF2388.JPG

Karena area dapur sangat kecil, aku membutuhkan area tambahan untuk menyiapkan bahan-bahan masakan. Akhirnya di bagian bawah counter top, ditambahkan meja tarik yang bisa ditutup saat tidak digunakan.

Area Ruang Makan

 

DSCF2476.JPG

Area favorit dari Kyūka Living. Saat mengonsep Kyūka, aku menginginkan area terpisah untuk makan. Area tempat makan yang memberikan kesan seperti sedang berada di cafe. Dengan lampu gantung, kursi kayu, dan aksen tanaman indoor di belakangnya.

DSCF2511.JPG

Kursi di area ini bernama kursi Cesca, yang di-design di era mid-century modern. Sama dengan kursi Cesca, meja Tulip yang aku pakai juga di-design di era yang sama yaitu mid-century modern. Untuk kursi Cesca ini secara spesial aku custom di pengerajin kayu dari Jepara. Sedangkan untuk meja, aku mendapatkannya di Informa.

 

DSCF2457.JPG

Jika lampu gantung dinyalakan, seperti inilah pencahyaannya. Kerasa kayak lagi di cafe nggak sih? 🥳

 

Area Ruang Kerja

 

DSCF2484.JPG

Di area kerja inilah hampir setengah hari ku dihabiskan. Meja ini di-design memanjang dan letaknya menempel di samping kasur tempat tidur. Area ini, dibuat se-simple mungkin untuk menghindari distraksi saat bekerja.

Kursi kerja yang aku gunakan adalah kursi putih Loberget dari IKEA. Karena kursi ini full terbuat dari plastik. Aku menambahkan bantal sofa di belakangnya untuk menambahkan kenyamaan saat bekerja.

FullSizeRender.jpg

Saat malam, aku lebih suka bekerja menggunakan lampu meja. Lampu meja seri Dejsa ini aku juga dapatkan dari IKEA. Aku membelinya tanpa pikir panjang saat melihat bentuknya yang unik menyerupai jamur dan warnanya yang satu tone dengan ruanganku.

Area Ruang Tidur

DSCF2482.JPG

Sekarang kita bahas area tidur, aku menginginkan tempat tidur dengan design tatami bed. Jadi aku bisa punya storage space lebih banyak untuk menyimpan koper dan barang-barang yang jarang digunakan.

Storage-nya sendiri terletak di depan kasur, dan dikarenakan area storage lebih tinggi dari bed frame pada umumnya. Oleh Studio Marka mereka menambahkan satu anak tangga, yang bisa aku gunakan menjadi storage tambahan. Selain depan kasur, untuk kebutuhan menyimpan barang berukuran besar, storage lainnya berada di bawah kasur.

DSCF2493.JPG
DSCF2437.JPG

Di atas kasur, ditambahkan lighting tambahan berupa dua wall scones putih dengan aksen kayu. Yang saat malam dinyalakan memberikan kesan yang homey banget.

Kamar Mandi

 

DSCF2416.JPG

Kamar mandi ini sebenarnya masih belum aku renovasi dan masih kamar mandi yang berasal dari bawaan developer awal. Jadi untuk sekarang, dekorasi dan perabotan yang ada masih minim. Rencananya aku akan merenovasi kamar mandi ini awal tahun depan. Doain aku bisa secepatnya renovasi kamar mandi ini ya! 🤞

DSCF2421.jpg
DSCF2525.JPG

Balkon

 

DSCF2404.jpg
DSCF2407.JPG

Di area balkon mini 2×0,7 m ini, aku meletakkan koleksi tanamanku. Letaknya bersebelahan dengan area musik, jadi saat aku mendengarkan lagu di turntable, aku suka membuka pintu untuk merasakan angin sore hari.

Saat pertama kali datang ke apartemen ini, warna keramik balkon cukup kusam dan terlihat berantakan. Jadi aku memutuskan untuk menutupnya menggunakan WPC Flooring Runnen dari IKEA. Untuk bagian yang tidak ter-cover oleh flooring, aku tutup menggunakan satu karung batu taman berwarna putih.

DSCF2508.JPG


Epilog

Dari proses awal saat aku membuat moodboard design sampai bisa ditempati menjadi tempat tinggal yang homey. Kira-kira memakan waktu secara keseluruhan kira-kira kurang lebih 5 bulan. Sampai akhirnya Kyūka bisa jadi seperti sekarang.

Selanjutnya teman-teman bisa stay tune di @kyuka.living untuk melihat bagaimana aku menghabiskan waktu di sini dan perkembangan Kyūka di tahun-tahun selanjutnya.

Semoga dari cerita Kyūka Living bisa jadi inspirasi buat teman-teman yang juga sedang merenovasi atau mengisi apartemen studionya. Terima kasih sudah mampir and Wishing you all a sweet home life!  Sampai jumpa lagi 👋👩🏻

 

Tinggalkan Balasan

Contact Us