Rumah Keluarga Minimalis Hasil Renovasi

Halo nama saya Gupita, seorang istri dan ibu anak 2 yang bekerja. Konsep rumah hunian saya adalah clean dan minimalis. Ide konsep ini tercetus hasil ide bersama vendor renovasi dan kebiasaan saya yang suka semua serba simple. Sedikit cerita awal renovasi dari rumah tua dengan model bangunan dan kusen yang sudah usang. Karena ingin tampilan berbeda maka vendor renovasi ingin mengubah seluruh desain dan look rumah. Konsep minimalis bukan cuma soal desain namun juga dari budget. Ya, karena sekarang ini banyak konsep minimalis tapi budget tinggi. Konsep clean ini karena saya suka semuanya simple dan tidak banyak “perintilan”. Konsep clean ini juga memudahkan kita untuk membersihkannya dan terlihat lega.

 

Denah Rumah Lantai 1

Rumah ini terdiri dari 2 lantai. Semua kamar dan kegiatan lebih terfokus di lantai 1. Lantai 2 hanya ada Ruang Laundry & Kamar Mandi ART saja. Jadi saya hanya akan memperkenalkan area lantai 1 saja kali ini. Rumah ini adalah rumah yang direnovasi pada tahun 2021, dan kami mengkonsepkan rumah ini adalah clean dan minimalist.

 

Proses Renovasi: Sebelum

 

Proses Renovasi: Setelah

 

Awal rencana renovasi, saya dan suami ingin mempertahankan fasad rumah, namun vendor menawarkan desain fasad yang berbeda dari sebelumnya karena ingin look yang modern minimalis. Jadi dengan segala pertimbangan akhirnya kami setuju fasadnya diubah. Sekarang jadilah fasad rumah kami dengan kesan yang berbeda. Fasad rumah yang ternyata menghadap tenggara memungkinkan masih banyak cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah.

 

Area Masuk

 

Area masuk kami ada 2, yakni pintu utama yang langsung ke ruang tamu dan pintu samping yang langsung dihadapkan dengan ruang makan. Namun karena ruang tamu kami belum ada, jadi lebih sering ditampilkan area makan ini dan terhubung ke ruang tv. Salah satu konsep open plan di rumah kami agar terlihat lapang dan lega sehingga aktivitas menjadi satu. Terdapat meja makan untuk 4 orang, karena ada 4 anggota keluarga yang tinggal di rumah ini. Saya, suami, dan dua orang anak saya.

Punya meja polos kesannya sepi banget. Tapi kalau pakai taplak meja besar jadi monoton. Salah satu solusinya bisa pakai table runner. Saya menghias meja ini dengan mengganti table runner sewaktu-waktu. Nah, dengan pakai table runner, selain menambah nilai seni, meja makan yang menarik mata bikin orang rumah lebih nikmat waktu makan.

 

Ruang Tv

 

Saya pakai meja Tv dari kayu mahogani. Kayu mahoni merupakan salah satu jenis kayu yang tak asing lagi di Indonesia, terutama dalam penggunaannya sebagai material furniture. Kayu mahoni memang tidak sekuat kayu jati. Namun, kualitasnya tetap unggul dan dianggap cocok menjadi pengganti jati sebab harganya lebih ekonomis.

 

Ini adalah Cable/wire organizer.Sepele tapi kadang lupa kalau colokan terminal bisa mengganggu kata alias berantakan. Apalagi ada anak kecil yg selalu penasaran jadi aku pakai kotak pengaman sekaligus organize kabel.Kotaknya lumayan besar jadi muat terminal yg 5 colokan. Lubang kabelnya pun ada banyak disamping kiri kanan, belakang dan atas.

 

Di ruang TV kami menggunakan sofa L dengan stool terpisah. Alasannya biar bisa selonjoran atau kalau ada tamu bisa dipisah jaga jarak. Beli furniture sofa termasuk item terakhir nih yang dibeli di rumah ini  krn sebelumnya masih bisa nonton tv pake karpet. So far masih muat buat nonton tv 2 dewasa 2 bocil.

 

Pintu Kusen Aluminium

 

 

Sekarang ini, saat desain rumah minimalis menjadi pilihan banyak orang, maka kusen jendela dan pintu dari bahan aluminum juga naik daun. Keunggulannya adalah tahan terhadap cuaca, tahan terhadap rayap dan jamur, dan kuat. Tetapi kekurangannya adalah desainnya terbatas, pengukuran harus teliti dan akurat, dan kerak bekas air.  Perawatannya dengan lap dengan sedikit air, finishing dengan baby oil untuk menghilangkan noda bercak air.

Area Taman Kering 

 

Alas bawah taman ini berupa acian semen kasar, dan di bagian pojok ada saluran air (got kecil) yang nyambung ke saluran air (pipa) karena untuk menampung debit air hujan yang besar. Karena bagian bawah batu berupa acian semen jadi pasti tidak ada sumber penyerapan selain ke dalam saluran air, makanya dibuat agak besar.Di bagian atas saluran air kami letakkan kawat jaring untuk mencegah dan menangkal hewan/serangga dari saluran air. Kawat dipotong melebihi lebar saluran air kemudian dipaku. Kawat jaring ini juga berguna untuk meletakkan pot di atasnya. Kami menggunakan pot pot kecil agar tidak cepat mengotori bagian bawah taman kering.

 

 

Taman kering batu kerikil dan calon tanaman rambat. Emang pengen punya taman kering di belakang rumah karena taman depan udah pake rumput hijau dan ini minim perawatannya. Ditemenin sama tanaman rambat biar kalau udah tumbuh terasa adem liatnya. Kita lihat beberapa bulan ke depan ya seperti apa rambatannya. Enjoy!

Dapur 

 

 

Awalnya dapur mau dibuat L shape, namun tiba tiba ditambahin meja bar jadilah U shape. Biar sempit tapi lumayan meja bar buat naro mesin kopi dll. Pilih kompor tanam 2 tungku karena kegiatan masak gak begitu banyak. Sempet ragu pasang cooker hood krn udah ada jendela di deket kompor, tapi lama2 kepake waktu masak malem (penyedot plus lampunya). Jadi kalau pagi siang cooker hood nya gak dipakai dan lebih optimalkan sirkulasi dari jendela.

 

Plus minus pakai storage. Plusnya sudah pasti jadi lebih rapi, gampang nyari barang dan enak dilihatnya. Minusnya kalo storage makanan kosong rasanya pengen menuhin lagi alias pengen belanja terus biar penuh hehe.

 

Kamar Tidur Utama

Ini adalah kamar tidur yang sepi no perintilan krn aku termasuk tipe kalo bisa semua masuk laci/lemari. Emang gini sehari hari juga, paling ada tumpukan mukena dan sajadah aja. Tapi jangan salah lemari dibuka weleh-weleh isinya.

 

Kamar Anak-anak

 

Kamar anak yang minim banget dekorasi. Mainan dan buku disusun di lemari tertutup jadi terlihat rapi dan gak berdebu. Semua pilihan mau ditaruh di rak terbuka atau tertutup.

 

 

Lemari di kamar anak ini hasil custom refurnish di tukang furniture dari sisa furniture tidak terpakai rumah lama dan bilang mau lemari mainan anak yang ada mejanya. Dari kayu lama trus request cat duco putih. Hasilnya tadaa! Ternyata dikasih meja lipat seperti ini.Sementara anak masih belajar lewat bermain, jadi dipake emaknya dulu buat wfa.

Kamar Mandi

 

Kamar mandi rumah ini  konsepnya area basah dan kering dipisah. Ekspektasi pake partisi kaca ya, sementara pake tirai dulu ya. Temanya masih hitam putih ngikutin tone rumah. Cuma shower aja sih yang hitam lainnya putih. Susah susah gampang perawatannya. Mau yg stainless atau black matte gini kuncinya adalah konsisten. Ngilangin bercak air bisa pakai baby oil atau pledge.

 

Konsep kamar mandi terbagi 2 area (kering dan basah) sudah pasti konsekuensinya adalah kemungkinan area keringnya ikutan kena air waktu mandi dll. Untuk mengurangi cipratan air kamar mandi ke area kering aku pakai tirai shower.

 

Tangga Putar Minimalis 

 

Inspirasi tangga putar/ulir minimalis. Satu2nya tangga di rumah akses hanya laundry room dan kamar mandi ART. Karena lahan sisa lahan sempit jadi pakai tangga putar, harganya juga pasti lebih affordable.

 

Epilog

 

Untuk Home Tour kali ini hanya sampai di sini. Lantai 2 hanya ada kamar ART dan ruang laundry saja. Terima kasih telah mengikuti konten home tour saya, semoga menginspirasi kalian.

 

Tinggalkan Balasan

Contact Us